PROSIDING SEMINAR NASIONAL
Prosiding Seminar Nasional Edufair Batch 4 memuat kumpulan artikel ilmiah hasil seminar yang mengangkat tema “Inovasi dan Kreasi Menuju Pendidikan yang Lebih Berkualitas”. Seluruh artikel telah melalui proses penyuntingan oleh tim editor sebelum dipublikasikan oleh Penerbit Generasi Pilihan Talenta.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL EDUFAIR BATCH 4
“INOVASI DAN KREASI MENUJU PENDIDIKAN YANG LEBIH BERKUALITAS”
Kendari, 5-6 Januari 2026
Penyelenggara
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Halu Oleo
Pengarah
Dekan FKIP Universitas Halu Oleo
Penanggung Jawab
Sitti Rahmaniar Abubakar
(Ketua Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini)
Panitia Pelaksana
Ketua: Sri Yuliani
Wakil Ketua: Muamal Gadafi
Sekretaris: Nurhayati
Bendahara: Damsir D
Reviewer
Salwiah, Muhamad Safiuddin Saranani, Ahid Hidayat, Afifah Nur Hidayah
Editor
Sitti Rahmaniar Abubakar, Nur Annisya
Desain Isi
Nur Hasanah, Wa Ode Syamzahrah Astarin, Dinar Salasatun Ashar, Nur Aeni Muhlisa Dhafet
Layouting
Wa Ode Miranda Nur K.
Desain Sampul
Wa Ode Miranda Nur K., Inayatul Nisa
DAFTAR ARTIKEL
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK: SKALA, AKAR PENYEBAB, TANTANGAN HUKUM, DAN REKOMENDASI KEBIJAKAN
Hijriani
*LPPM, Universitas Sulawesi Tenggara, Indonesia.
*Korespondensi Penulis. E-mail: hijriani@gmail.com
Abstrak
Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan masalah global yang juga tinggi prevalensinya di Indonesia. Artikel ini bertujuan mengkaji skala, akar penyebab, dan tantangan hukum dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta merumuskan rekomendasi kebijakan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan menganalisis data sekunder dari World Health Organization, UNICEF, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (CATAHU 2024), dan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA) Kementerian PPPA tahun 2025, yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan kekerasan fisik, seksual, dan psikologis mendominasi kasus yang terjadi, dengan pelaku umumnya berasal dari lingkaran domestik. Faktor risiko bersifat multi-level, mulai dari individu hingga struktur hukum, sementara implementasi hukum masih terkendala definisi yang tidak lengkap, prosedur rumit, dan impunitas. Kajian ini merekomendasikan penguatan sistem data, kapasitas kelembagaan, perlindungan hukum, perubahan norma sosial, serta program rehabilitasi pelaku secara terintegrasi.
Kata kunci: kekerasan terhadap perempuan; kekerasan terhadap anak; kebijakan hukum; perlindungan anak; kesenjangan implementasi hukum
VIOLENCE AGAINST WOMEN AND CHILDREN: SCALE, ROOT CAUSES, LEGALCHALLENGES, AND POLICY RECOMMENDATIONS
Abstract
Violence against women and children is a global problem with a high prevalence in Indonesia. This article aims to examine the scale, root causes, and legal challenges in addressing violence against women and children, and to formulate policy recommendations. The method used is a literature review, analyzing secondary data from the World Health Organization, UNICEF, Komnas Perempuan (CATAHU 2024), and the Online Information System for the Protection of Women and Children (SIMFONI-PPA) of the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection (2025), analyzed descriptively and qualitatively. The findings show that physical, sexual, and psychological violence dominate reported cases, with perpetrators mostly from the victim’s domestic circle. Risk factors are multi-level, ranging from individual to legal-structural levels, while law enforcement is still hampered by incomplete definitions, complicated procedures, and impunity. The study recommends strengthening data systems, institutional capacity, legal protection, social norm change, and integrated perpetrator rehabilitation programs
Keywords: violence against women; violence against children; legal policy; child protection; legal implementation gap
ETIKA DAN KEAMANAN TIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: TANTANGAN BAGI GURU MASA DEPAN
Saefuddin
*UPA TIK Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: saefuddin@uho.ac.id
Abstrak
Meningkatnya penggunaan gawai dan internet pada anak usia dini di Indonesia memunculkan risiko digital yang belum diimbangi kesiapan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Artikel ini bertujuan memetakan tantangan etika dan keamanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran PAUD serta merumuskan peran guru sebagai “perisai digital”. Kajian disusun melalui studi pustaka deskriptif-kualitatif atas data statistik nasional dan literatur ilmiah tahun 2016-2025. Hasil kajian menunjukkan empat tantangan utama, yaitu rendahnya literasi digital guru, risiko kebocoran privasi data anak, paparan konten berbahaya termasuk cyberbullying, dan lemahnya penanaman etika bermedia digital sejak dini. Solusi yang diusulkan meliputi penguatan pelatihan literasi digital guru, penerapan pengawasan dan kontrol konten, serta pembiasaan etika digital harian di kelas melalui kolaborasi guru, orang tua, dan pemerintah.
Kata kunci: etika digital; keamanan TIK; PAUD; literasi digital; guru
ICT ETHICS AND SECURITY IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION: CHALLENGES FOR FUTURE TEACHERS
Abstract
The growing use of gadgets and the internet among young children in Indonesia has raised digital risks that early childhood education (PAUD) teachers are not yet fully prepared to address. This article aims to map the ethical and ICT-security challenges in PAUD learning and to formulate the teacher’s role as a “digital shield”. The study was conducted through a descriptive-qualitative literature review of national statistics and scientific literature published between 2016 and 2025. The findings reveal four main challenges: teachers’ low digital literacy, risks of children’s data-privacy breaches, exposure to harmful content including cyberbullying, and weak cultivation of digital ethics from an early age. Proposed solutions include strengthening teachers’ digital-literacy training, implementing content supervision and parental controls, and habituating daily digital ethics in the classroom through collaboration among teachers, parents, and government.
Keywords: digital ethics; ICT security; early childhood education; digital literacy; teachers
PENGARUH PEMBERIAN REINFORCEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK DI TKN PEMBINA WAWOTOBI
Friska1)*, Muhamad Safiuddin Saranani1), Muamal Gadafi1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: friskarustan2004@gmail.com
Abstrak
Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan tahap krusial dalam pembentukan karakter dan perilaku anak, termasuk dalam pengembangan kedisiplinan sebagai bagian dari aspek sosial-emosional. Kedisiplinan tercermin dari kemampuan anak dalam menaati aturan, mengikuti instruksi, serta bertanggung jawab terhadap tugas di lingkungan sekolah. Penguatan perilaku positif sejak dini menjadi bagian penting dalam manajemen kelas di PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh token reinforcement menggunakan stempel “Great” terhadap kedisiplinan anak usia dini di TK Negeri Pembina Wawotobi. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan desain posttest-only control group design. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling sehingga diperoleh satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kedisiplinan anak yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas, dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test pada kelas eksperimen (46,06) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (41,81). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, yang berarti bahwa token reinforcement memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan anak.
Kata kunci: token reinforcement, stempel “Great”, kedisiplinan anak, kuasi eksperimen, pendidikan anak usia dini
THE EFFECT OF TOKEN REINFORCEMENT USING “GREAT” STAMP ON EARLY CHILDHOOD DISCIPLINE
Abstract
Early childhood education (ECE) is a crucial stage in shaping children’s character and behavior, including the development of discipline as part of the social-emotional aspect. Discipline is reflected in children’s ability to obey rules, follow instructions, and take responsibility for tasks in the school environment. Strengthening positive behavior from an early age is an important component of classroom management in early childhood education. This study aims to determine the effect of token reinforcement using a “Great” stamp on early childhood discipline at TK Negeri Pembina Wawotobi. This research employed a quasi-experimental approach with a posttest-only control group design. The sample was selected using purposive sampling and random sampling techniques, resulting in one experimental class and one control class. The instrument used was an observation sheet of children’s discipline that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov normality test, homogeneity test, and independent sample t-test. The results showed that the average post-test score of the experimental class (46.06) was higher than that of the control class (41.81). The hypothesis testing indicated a significance value of < 0.05, meaning that token reinforcement had a significant effect on improving children’s discipline.
Keywords: token reinforcement, “Great” stamp, discipline, quasi-experimental, early childhood education
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK DI TK TUNAS MAKARTI KOTA KENDARI
Okti Jayanti1)*, Salwiah1), Sri Yuliani M.1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: tiioktijayanti@gmail.com
Abstrak
Kedisiplinan merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini, namun implementasinya di sekolah sering kali membutuhkan stimulus yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward terhadap kedisiplinan anak usia dini di TK Tunas Makarti Kota Kendari. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah 118 anak dengan sampel sebanyak 35 anak kelompok B yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, homogenitas, serta uji hipotesis dengan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest kedisiplinan anak adalah 20,48 dengan skor tertinggi 23 dan terendah 14. Setelah perlakuan, rata-rata skor posttest meningkat menjadi 22,45 dengan skor tertinggi 28 dan terendah 17. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t sebesar 13,609 dengan hitung signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,000 ≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian reward berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan anak di TK Tunas Makarti Kota Kendari.
Kata kunci: Reward, Kedisiplinan Anak, Anak Usia Dini
THE EFFECT OF REWARDS ON CHILDREN’S DISCIPLINE AT TUNAS MAKARTI PRESCHOOL IN KENDARI
Abstract
Discipline is a crucial aspect of character building in early childhood, yet its implementation in schools often requires appropriate stimuli. This study aims to determine the effect of rewards on the discipline of early childhood children at Tunas Makarti Kindergarten in Kendari City. This is a quantitative study with a One Group Pretest-Posttest Design. The study population consisted of 118 children, with a sample of 35 children from group B selected through purposive sampling. Data were collected through observation and documentation, then analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, and hypothesis testing with the Paired Sample t-Test. The results showed that the average pretest score for children’s discipline was 20.48, with the highest score being 23 and the lowest being 14. After the treatment, the average posttest score increased to 22.45 with the highest score of 28 and the lowest of 17. The hypothesis test results showed a t-value of 13,609 with a significance (sig. 2-tailed) of 0.000 ≤ 0.05, so H0 was rejected and H1 was accepted. Therefore, it can be concluded that giving rewards has a significant effect on improving children’s discipline at Tunas Makarti Kindergarten in Kendari City.
Keywords: Reward, Child Discipline, Early Childhood
TEKNIK GURU DALAM MENERAPKAN DISIPLIN ANAK USIA DINI
Nurjanah1)*, Sri Yuliani M.1), Afifah Nur Hidayah1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: nhurjanah123@gmail.com
Abstrak
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang guru dan siswa dari TKS Dharma Wanita, Kelurahan Dana, Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang teknik yang digunakan guru dalam menerapkan disiplin pada anak usia dini di Kelompok B TKS Dharma Wanita Kelurahan Dana Kecamatan Watopute menunjukkan bahwa guru menggunakan beberapa teknik, antara lain keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, dan pemberian pujian. Teknik pembiasaan digunakan guru untuk mendisiplinkan anak agar datang tepat waktu, berbaris dengan rapi, meletakkan sepatu di rak sepatu, dan membuang sampah pada tempatnya. Guru menggunakan teknik keteladanan untuk mendisiplinkan anak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, teknik pemberian nasihat untuk mendisiplinkan anak merapikan mainan setelah digunakan, dan teknik pemberian pujian kepada anak yang disiplin agar mereka mempertahankan kedisiplinannya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa guru di Kelompok B TKS Dharma Wanita Kelurahan Dana Kecamatan Watopute Kabupaten Muna menerapkan berbagai teknik dalam menanamkan disiplin pada anak usia dini, yaitu keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, dan pemberian pujian. Penerapan teknik-teknik tersebut terbukti efektif dalam membentuk sikap disiplin yang positif dan berkelanjutan pada anak.
Kata kunci: Teknik Guru, Disiplin, Anak usia dini
TEACHER TECHNIQUES IN ENFORCING DISCIPLINE IN EARLY CHILDHOOD
Abstract
This type of research is descriptive qualitative research. The subjects in this study were three teachers and students from TKS Dharma Wanita, Dana Village, Watopute Subdistrict, Muna Regency. The data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out in the following steps: (1) data collection, (2) data reduction, (3) data presentation, and (4) conclusion drawing. The results of the study on the techniques used by teachers in applying discipline to early childhood in Group B of TKS Dharma Wanita, Dana Village, Watopute Subdistrict, show that teachers use several techniques, including exemplary behavior, habituation, giving advice, and giving praise. Teachers used the habituation technique to discipline children to arrive on time, line up neatly, put their shoes on the shoe rack, and throw trash in its place. Teachers use the modeling technique to discipline children to wash their hands before and after eating, the advice technique to discipline children to tidy up their toys after use, and the praise technique to praise disciplined children so that they maintain their discipline. The conclusion of this study shows that teachers in Group B of the Dharma Wanita TKS in Dana Village, Watopute District, Muna Regency, apply various techniques in instilling discipline in early childhood, namely exemplary behavior, habituation, giving advice, and giving praise. The application of these techniques has been proven effective in forming positive and sustainable disciplinary attitudes in children.
Keywords: Teacher Techniques, Discipline, Early Childhood
MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI TARI KREASI KELOMPOK B
Diva Aulia Pege1)*, Sitti Rahmaniar Abubakar1), Muamal Gadafi1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: divhaaulia2@gmail.com
Abstrak
Peningkatan kecerdasan kinestetik merupakan salah satu capaian penting dalam kurikulum pendidikan anak usia dini untuk mendukung kesiapan fisik dan mental anak. Sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi tersebut di lingkungan sekolah, penggunaan media gerak dan lagu melalui tari kreasi dipandang sebagai solusi efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik melalui pembelajaran tari kreasi kelompok B TK Nuansa Ceria Kota Kendari. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak pada kelompok B TK Nuansa Ceria Kota Kendari yang berjumlah 15 orang anak yang terdiri dari 11 orang anak laki-laki dan 4 orang anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam II siklus. Tahapan-tahapan dalam penelitian ini mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan analisis data dari hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I diperoleh nilai persentase sebesar 80% dan meningkat pada siklus II sebesar 95%. Observasi aktivitas belajar anak pada siklus I diperoleh nilai persentase sebesar 80% dan meningkat pada siklus II menjadi 95%. Hasil belajar anak pada siklus I diperoleh nilai 53% dan meningkat pada siklus II menjadi 93%. Kesimpulan penelitian ini adalah kecerdasan kinestetik dapat ditingkatkan melalui pembelajaran tari kreasi kelompok B TK Nuansa Ceria Kota Kendari.
Kata kunci: kecerdasan kinestetik, tari kreasi
IMPROVING KINESTHETIC INTELLIGENCE THROUGH GROUP CREATIVE DANCE B
Abstract
Improving kinesthetic intelligence is one of the important achievements in early childhood education curricula to support children’s physical and mental readiness. In an effort to maximize this potential in the school environment, the use of movement and song media through creative dance is seen as an effective solution. This study aims to improve kinesthetic intelligence through group creative dance learning in Group B of Nuansa Ceria Kindergarten in Kendari City. This study is a classroom action research (CAR). The subjects in this study were teachers and children in Group B of Nuansa Ceria Kindergarten in Kendari City, consisting of 15 children, including 11 boys and 4 girls. This study was conducted in two cycles. The stages in this study followed the classroom action research procedure, namely: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. The data collection techniques used were observation, interviews, and document study. The data analysis technique used was descriptive analysis. Based on the data analysis of the results of observing the teachers’ teaching activities in cycle I, a percentage score of 80% was obtained, which increased to 95% in cycle II. The observation of children’s learning activities in cycle I obtained a percentage score of 80% and increased in cycle II to 95%. The children’s learning outcomes in cycle I obtained a score of 53% and increased in cycle II to 93%. The conclusion of this study is that kinesthetic intelligence can be improved through group creative dance learning in Nuansa Ceria Kindergarten, Kendari City.
Keywords: kinesthetic intelligence, creative dance
MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI METODE BERCERITA MENGGUNAKAN BONEKA TANGAN
Faridha Rufini1)*, Sitti Rahmaniar Abubakar1), Ahid Hidayat1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: faridharufini4@gmail.com
Abstrak
Kemampuan interpersonal merupakan aspek krusial yang harus dikembangkan sejak dini agar anak mampu berinteraksi, berempati, dan bekerja sama dengan lingkungannya secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal anak melalui metode bercerita menggunakan boneka tangan di TK Oikumene Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak di TK Oikumene Kendari yang berjumlah 15 orang terdiri dari 8 laki-laki dan 7 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tahapan-tahapan mengikuti prosedur Penelitian Tindakan Kelas yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, (4) refleksi. Teknik pengumpulan data pada penilaian ini adalah observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif. Berdasarkan observasi mengajar guru pada siklus I memperoleh persentase ketercapaian 75% dan meningkat pada siklus II menjadi 91,67%. Pada aktivitas belajar anak pada siklus I diperoleh ketercapaian 66,6% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83,3%. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan interpersonal anak dapat di tingkatkan melalui metode bercerita menggunakan boneka tangan di TK Oikumene Kendari.
Kata kunci: Kemampuan Interpersonal, Bercerita, Boneka Tangan
IMPROVING CHILDREN’S INTERPERSONAL SKILLS THROUGHT STORYTELLING METHODS USING HARD PUPPETS AT OIKUMENE KINDERGARTEN KENDARI
Abstract
Interpersonal skills are a crucial aspect that must be developed early on so that children are able to interact, empathize, and cooperate effectively with their environment. This study aims to improve children’s interpersonal skills throught the storytelling method using hand puppets at Oikumene Kindergarten Kendari. This type of research is classroom action research. The subjects in this study were teachers and children at Oikumene Kindergarten Kendari totaling 15 people consisting of 8 boys and 7 girls. This research was carried out in two cycles. The stages of following the Classroom Action Research procedure are: (1) planning, (2) implementation of actions, (3) observation and evaluation, (4) reflection. The data collection technique in this assessment is observation and document study. The data analysis technique used is a descriptive analysis technique. Based on the observation of teacher teaching in the first cycle, the achievement percentage was 75% and increased in the second cycle to 91.67%. In children’s learning activities in the first cycle, 66.6% achievement was obtained, increasing in the second cycle to 83.3%. The conclusion of this study is that children’s interpersonal skills can be improved through the storytelling method using hand puppet media in Oikumene Kendari Kindergarten.
Keywords: Interpersonal Skills, Storytelling, Hand Puppets
PENGARUH MEDIA POWERPOINT TERHADAP PENAMBAHAN KOSAKATA ANAK USIA DINI
Fauziah Lahaye1)*, Ahid Hidayat1), Nurhayati1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: fauziahlahaiye@gmail.com
Abstrak
Kemampuan bahasa merupakan salah satu aspek perkembangan utama pada anak usia dini yang menjadi dasar pembentukan pribadi yang utuh, namun pada praktiknya perbendaharaan kata anak sering kali masih terbatas akibat penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media PowerPoint terhadap penambahan kosakata anak usia dini kelompok B di TK Idhata Kendari. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi Experimental Design) melalui model Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 18 siswa yang terbagi menjadi kelas eksperimen dengan perlakuan media PowerPoint dan kelas kontrol menggunakan media buku dongeng. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi yang kemudian dianalisis menggunakan rumus Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,884 yang termasuk dalam kategori tinggi, sementara kelas kontrol memperoleh nilai 0,516 yang berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media PowerPoint berpengaruh secara signifikan dan lebih efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata anak usia dini di TK Idhata Kendari dibandingkan dengan metode konvensional.
Kata kunci: Media PowerPoint, Kosakata, Anak Usia Dini
THE INFLUENCE OF POWERPOINT MEDIA ON VOCABULARY ENHANCEMENT IN EARLY CHILDHOOD
Abstract
Language proficiency is a fundamental aspect of early childhood development that serves as the basis for holistic personality formation, yet in practice, children’s vocabulary often remains limited due to the use of less varied learning media. This study aims to analyze the influence of using PowerPoint media on the vocabulary enhancement of group B early childhood students at TK Idhata Kendari. The method used is quantitative research with a quasi-experimental design using the Pretest-Posttest Control Group Design model. The research sample consisted of 18 students divided into an experimental class treated with PowerPoint media and a control class using storybook media. Data collection techniques were conducted through tests and observations, which were then analyzed using the Normalized Gain (N-Gain) formula. The results showed that the experimental class obtained an average N-Gain score of 0.884, which is in the high category, while the control class obtained a score of 0.516, which is in the medium category. Based on these results, it can be concluded that the use of PowerPoint media has a significant effect and is more effective in increasing the vocabulary mastery of early childhood at TK Idhata Kendari compared to conventional methods.
Keywords: PowerPoint Media, Vocabulary, Early Childhood
UPAYA MENINGKATKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BOY
Siti Surya Ningsi1)*, Asmuddin1), Sri Yuliani M1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: ssitisuryaningsi@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan aspek perkembangan anak usia dini sejak dini, khususnya pada ranah sosial-emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sosial-emosional anak melalui permainan tradisional boy. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak dengan jumlah 15 orang anak didik yang terdiri dari 8 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan. Penelitian ini dilkasanakan dalam dua siklus. Teknik pegumpulan data dalam penelitian adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) aktivitas mengajar guru di siklus I 69,23% menjadi 92,32% di siklus II. (2) aktivitas belajar anak Di siklus I 69,23% menjadi 92,30% di siklus II. (3) kemampuan sosial emosional anak terdiri dari 66,70% menjadi 86,70%. Dengan demikian terjadi peningkatan dari siklus I kel siklus II. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan sosial emosional anak dapat ditingkatkan melalui permainan tradisional boy di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 25 Bakeramba Kabupaten Muna Barat
Kata kunci: Sosial Emosional, Permainan Tradisional Boy
EFFORTS TO IMPROVE CHILDREN’S SOCIO-EMOTIONAL DEVELOPMENT THROUGH BOY TRADITIONAL GAMES
Abstract
This study was motivated by the importance of developing early childhood aspects from an early age, particularly in the social-emotional domain. This research aims to determine the social-emotional abilities of children through traditional boy games. This type of research is classroom action research. The subjects in this research are teachers and children with a total of 15 students consisting of 8 boys and 17 girls. This research was carried out in two cycles. The data collection techniques in this research are observation and documentation. The data analysis technique uses descriptive analysis. Based on the results of the research, it was found that: (1) teacher teaching activities in cycle I were 69.23% to 92.32% in cycle II. (2) children’s learning activities in cycle I were 69.23% to 92.30% in cycle II. (3) children’s social-emotional abilities consisted of 66.70% to 86.70%. Thus, there was an increase from cycle I to cycle II. This study concludes that children’s social-emotional abilities can be improved through traditional boy games at Aisyiyah Bustanul Athfal 25 Kindergarten, Bakeramba, West Muna Regency.
Keywords: Social-Emotional, Boy Traditional Games
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN VERBAL LINGUISTIK ANAK USIA
5-6 TAHUN DI KELOMPOK B
Nurfia1)*, Ahid Hidayat1), Afifah Nur Hidayah1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: nfia07666@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kecerdasan verbal linguistik anak sejak usia dini sebagai dasar kemampuan komunikasi dan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan kecerdasan verbal linguistik anak usia 5–6 tahun di Kelompok B RA Wildaanun Rabbaniyyun Kendari. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru Kelompok B, sedangkan objek penelitian adalah strategi guru dalam mengembangkan kecerdasan verbal linguistik anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dilaksanakan melalui tiga komponen utama, yaitu strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Strategi yang digunakan meliputi ekspositori, inkuiri, dan kooperatif yang disesuaikan dengan tema, RPPH, dan karakteristik anak. Metode yang diterapkan antara lain bercakap-cakap, tanya jawab, bermain peran, demonstrasi, dan bermain, sedangkan teknik pembelajaran berupa tanya jawab, demonstrasi, pemberian tugas sederhana, dan kegiatan bermain.
Kata kunci: Strategi guru, kecerdasan verbal linguistik, anak usia 5-6 tahun
TEACHER STRATEGIES FOR DEVELOPING VERBAL-LINGUISTIC INTELLIGENCE IN CHILDREN AGED 5–6 YEARS (GROUP B)
Abstract
This study is motivated by the importance of developing children’s verbal-linguistic intelligence from an early age as a foundation for communication and language skills. The purpose of this study is to describe teachers’ strategies in developing the verbal-linguistic intelligence of children aged 5–6 years in Group B at RA Wildaanun Rabbaniyyun Kendari. The method used is descriptive research with a qualitative approach. The research subjects consisted of three Group B teachers, while the object of the study was the teachers’ strategies in developing children’s verbal-linguistic intelligence.The results show that the teachers’ strategies were implemented through three main components: learning strategies, methods, and techniques. The strategies included expository, inquiry, and cooperative learning, adjusted to the learning themes, daily lesson plans (RPPH), and children’s characteristics. The methods applied were conversation, question-and-answer, role play, demonstration, and play activities. Meanwhile, the techniques included questioning, demonstration, simple task assignments, and play-based activities.
Keywords: teachers strategies, verbal-linguistic intelligence, children aged 5–6 years
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN MELALUI MEDIA KARTU HURUF PADA ANAK TK
Asnawati1)*, Salwiah1), Sri Yuliani M1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: asnawt0809@gmail.com
Abstrak
Menulis permulaan merupakan suatu bentuk kemampuan dasar untuk menyampaikan pola Bahasa dalam bentuk tulisan. Namun dalam menulis permulaan ini banyak menjadi masalah bagi anak didik dalam perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan melalui media kartu huruf di kelompok B TK Anggrek Mandara Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Tahap-tahap dalam penelitian mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah observasi, wawancara, dam dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis deskriptif. Tahap dalam penelitian ini, yaitu: (1) perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak didik yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan dengan rentang usia 5-6 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pada siklus I aktivitas mengajar guru tercapai 71,4%, sedangkan hasil aktivitas belajar anak tercapai 71,4% dan berdasarkan hasil analisis data sesuai dengan standar nilai untuk indikator hasil belajar anak, baik secara individual maupun klasikal dikatakan berhasil ≥ 85%, berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Hasil penelitian siklus I menunjukkan kemampuan menulis permulaan anak sebesar 53,3%. Pada siklus II aktivitas mengajar guru mengalami peningkatan mencapai 92,9 aktivitas belajar anak juga mengalami peningkatan mencapai 92,9% dan hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan menulis permulaan anak mengalami peningkatan sebesar 86,8%. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis permulaan dapat ditingkatkan melalui media kartu huruf di kelompok B TK Anggrek Mandara Kendari.
Kata kunci: Menulis permulaan, Media kartu huruf
IMPROVING BEGINNING WRITING SKILLS THROUGH LETTERS IN KINDERGARTEN CHILDREN
Abstract
This study aims to improve the ability to write beginnings through the media of letter cards in group B of Kindergarten Anggrek Mandara Kendari. This type of research is classroom action research. The research was conducted in two cycles. The stages in the research follow classroom action research procedures. The stages in this study, namely: (1) planning (2) implementing actions (3) observation and (4) reflection. The subjects in this study were teachers and students consisting of 8 boys and 7 girls with an age range of 5-6 years. Based on data analysis according to the standard value of process indicators it is said to be successful if the results are achieved ≥ 85%. Based on the results of the study it was found that in the first cycle of observing the teacher’s teaching activities reached 71.4%, while the results of children’s learning activities reached 71.4% and based on the results of data analysis according to the standard values for indicators of children’s learning outcomes, both individually and classically it was said to be successful if you get ≥ 85%, or are in the category of Very Good Development (BSB) and Developing According to Expectations (BSH). The results of this study showed that children’s initial writing ability was 53.3%. In cycle II the teacher’s teaching activities increased to 92.9 children’s learning activities also increased to 92.9% and the results of this study showed that children’s initial writing skills increased by 86.8%. So it can be concluded that improving initial writing skills can be improved through the media of letter cards in group B of Orchid Mandara Kendari Kindergarten.
Keywords: Improving starting writing, letter cards
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR DI KELOMPOK B RA ASSYARIF
Faradila Putri1)*, Ahid Hidayat1), Afifah Nur Hidayah1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: andi.elda2018@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui penggunaan media cerita bergambar di Kelompok B RA Assyarif Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian terdiri atas 14 anak, dengan 11 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas mengajar guru, aktivitas belajar anak, dan hasil belajar anak. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mengajar guru meningkat dari 64% pada siklus I menjadi 93% pada siklus II. Aktivitas belajar anak meningkat dari 57% pada siklus I menjadi 93% pada siklus II. Hasil belajar kemampuan bahasa anak juga meningkat dari 78,6% pada siklus I menjadi 92,9% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media cerita bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak Kelompok B RA Assyarif Kota Kendari.
Kata kunci: kemampuan bahasa, cerita bergambar, anak usia dini
IMPROVING CHILDREN’S LANGUAGE ABILITIES THROUGH PICTURE MEDIA IN GROUP B RA ASSYARIF
Abstract
This study aims to enhance the language skills of children in Group B at RA Assyarif, Kendari City, through the use of illustrated story media. The study employs Classroom Action Research (CAR) methodology. The subjects consisted of 14 children: 11 boys and 3 girls. The research was conducted over two cycles, each comprising the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection involved observing the teacher’s instructional activities, the children’s learning activities, and the children’s learning outcomes. Descriptive analysis was used to analyze the data. The results indicate that the teacher’s instructional activities improved from 64% in Cycle I to 93% in Cycle II. The children’s learning activities increased from 57% in Cycle I to 93% in Cycle II. Furthermore, the children’s language skill outcomes improved from 78.6% in Cycle I to 92.9% in Cycle II. Thus, it can be concluded that illustrated story media is effective in enhancing the language skills of Group B children at RA Assyarif, Kendari City.
Keywords: language skills, picture story media, early childhood education
PEMANFAATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI
Siti Farida1)*, Muhamad Safiuddin Saranani1), Afifah Nur Hidayah1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: sitifaridasmk@gmail.com
Abstrak
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) dalam pengembangan kemampuan kognitif pada anak usia dini di Paud Al Hasanah Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) dalam pengembangan kemampuan kognitif pada anak usia dini Paud Al Hasanah Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah informan atau narasumber yang di dapat dari guru-guru yang mengajar di PAUD Al-Hasanah, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi/pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya maka peneliti dapat menyimpulkan terkait dengan Pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) di kelompok B PAUD Al-Hasanah Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat sudah terealisasi dengan baik. Pemanfaatan APE sangat berperan penting dalam membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak, di mana guru memanfaatkan media puzzle, balok, kartu lambang bilangan, flashcard dan sempoa untuk membantu pengembangan kemampuan kognitif anak seperti kemampuan belajar dan memecahkan masalah, kemampuan berpikir logis dan kemampuan berpikir simbolik.
Kata kunci: alat permainan edukatif, kognitif, anak usia dini
UTILIZATION OF EDUCATIONAL GAME TOOLS (APE) IN DEVELOPING COGNITIVE ABILITIES IN EARLY CHILDHOOD
Abstract
The formulation of the problem in this study is How is the utilization of Educational Game Tools (APE) in developing cognitive abilities in early childhood at PAUD Al Hasanah, Wadaga District, West Muna Regency? This study aims to describe the utilization of Educational Game Tools (APE) in developing cognitive abilities in early childhood at PAUD Al Hasanah, Wadaga District, West Muna Regency. This type of research is Descriptive Qualitative. The subjects in this study were informants or sources obtained from teachers who teach at Al-Hasanah Kindergarten, Wadaga District, West Muna Regency. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used was qualitative data analysis. Based on the results of the research and discussion that have been explained previously, the researcher can conclude that the Utilization of Educational Game Tools (APE) in group B of Al-Hasanah PAUD, Wadaga District, West Muna Regency has been well realized. The use of ape plays a very important role in improving children’s cognitive abilities, where teachers utilize puzzle media, blocks, number symbol cards, flashcards and abacus to help develop children’s cognitive abilities such as learning and problem-solving abilities, logical thinking skills and symbolic thinking skills.
Keywords: Educational game tools, cognitive, early childhood
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBACA TERHADAP KESIAPAN MASUK SD ANAK KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA 1 TOGO BINONGKO KABUPATEN WAKATOBI
Santi Arsita Ariani1)*, Salwiah1), Sri Yuliani M.1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: santiarsitasyukur@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan membaca terhadap kesiapan masuk SD anak kelompok B di TK Negeri Pembina 1 Togo Binongko Kabupaten Wakatobi. Pendekatan dalam penelitian ini merupakan kuantitatif dengan metode penelitian berupa korelasi. Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan total sampling yakni seluruh populasi dijadikan sampel, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 anak. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi product moment dengan bantuan program komputer software yaitu Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 25 for windows. Hasil analisis dan persentase yang telah dilakukan, terbukti terdapat hubungan antara kemampuan membaca terhadap kesiapan masuk SD pada anak kelompok B di TK Negeri Pembina 1 Togo Binongko Kabupaten Wakatobi. Dari kuesioner kesiapan masuk SD, menunjukkan bahwa anak yang memiliki kesiapan masuk SD yang keterangannya Sangat Mampu (21%) ada 9 orang anak, Mampu (43%) ada 18 orang anak dan Tidak Mampu (36%) ada 15 orang anak. Hal ini tercermin dari nilai r-hitung yang mencapai 0,457 dan nilai r-tabel sebesar 0,304. Apabila r-hitung > r-tabel, berarti penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara kemampuan membaca terhadap kesiapan masuk SD anak kelompok B di TK Negeri Pembina 1 Togo Binongko Kabupaten Wakatobi.
Kata kunci: Membaca, Kesiapan Masuk SD, Anak Kelompok B
RELATIONSHIP BETWEEN READING ABILITY AND READINESS TO ENTER ELEMENTARY SCHOOL OF CHILDREN IN GROUP B AT PEMBINA 1 TOGO BINONGKO PUBLIC KINDERGARTEN, WAKATOBI REGENCY
Abstract
This research aims to determine the relationship between reading ability with be present at preparations of elementary school the children in group B at Togo Binongko State Kindergarten 1, Wakatobi Regency. The approach used in this research is quantitative with a correlation research method. Sample in this research was taken by using total sampling, so the entire population is used as the sample, consisted of 42 children. Data analysis techniques used product-moment correlation analysis with the assistance of computer software, namely the Statistical Program for Social Sciences (SPSS) version 25 for Windows. Results of the analysis and presentation conducted demonstrated a relationship between reading ability with be present at preparations of elementary school the children in group B at Togo Binongko State Kindergarten 1, Wakatobi Regency. From the elementary school readiness questionnaire, it was concluded that children who were be present at preparations of elementary school that their statement so capable (21%) there were 9 children, capable (43%) there were 18 children, and uncapable (36%) there were 15 children. This is reflected in the calculated r-value of 0.457 and the table r-value of 0.304, its mean that research conclusion there is a positive correlation between reading ability with be present at preparations of elementary school the children in group B at Togo Binongko State Kindergarten 1, Wakatobi Regency.
Keywords: Reading, Preparations, Elementary School, Group B Children
DESKRIPSI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI TK KARTINI DESA RUMBA-RUMBA KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN
Sahra1)*, Ahid Hidayat1), Sri Yuliani M.1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: sahra9084@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran di TK Kartini Desa Rumba-Rumba Kecamatan Kolono Timur dan untuk mengetahui kendala yang ada di TK Kartini Desa Rumba-Rumba Kecamatan Kolono Timur. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yaitu kepala sekolah, dan 2 guru di TK Kartini. Teknik pengumpulan data digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data bersifat deskriptif kualitatif menurut Miles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) deskripsi pelaksanaan pembelajaran di TK Kartini Desa Rumba-Rumba Kecamatan Kolono Timur meliputi: (a) perencanaan pembelajaran, dimana guru menyusun RPPH dengan jelas dan sistematis, (b) pelaksanaan pembelajaran, guru menjelaskan materi dengan jelas dan mudah dipahami dengan menggunakan metode eksplorasi sehingga anak antusias dalam melakukan pembelajaran, (c) penilaian pembelajaran guru menggunakan berbagai teknik penilaian untuk mengukur pemahaman anak contohnya seperti portofolio, mengumpulkan karya anak melalui hasil gambar dan tulisan. (2) Kendala yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana dan guru lulusan SMA. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran di TK Kartini telah dilakukan dengan cukup baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala yaitu terletak pada kurangnya sarana dan prasarana serta kurangnya kualifikasi guru.
Kata kunci: kompetensi guru, pelaksanaan pembelajaran
DESCRIPTION OF THE IMPLEMENTATION OF LEARNING AT KARTINI KINDERGARTEN, RUMBA-RUMBA VILLAGE, EAST KOLONO DISTRICT, SOUTH KONAWE REGENCY
Abstract
This study aims to describe the implementation of learning at Kartini Kindergarten in Rumba-Rumba Village, Kolono Timur Subdistrict, and to describe the obstacles in the implementation of learning at Kartini Kindergarten in Rumba-Rumba Village, Kolono Timur Subdistrict. This study uses qualitative research with a descriptive approach. The subjects in this study were three people, namely the principal and two teachers at Kartini Kindergarten. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique was descriptive qualitative according to Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that (1) the description of the implementation of learning at Kartini Kindergarten in Rumba-Rumba Village, East Kolono District, includes: (a) lesson planning, where teachers prepare lesson plans clearly and systematically, (b) lesson implementation, where teachers explain the material clearly and easily understood using the exploration method so tha children are enthusiastic about learning, (c) learning assessment, where teachers use various assessment techniques to measure children’s understanding, such as portfolios and collecting children’s work through drawings and writing. (2) The obstacles faced by teachers in implementing learning are due to a lack of facilities and infrastructure and teachers who are high school graduates. The conclusion of this study is that the implementation of learning at Kartini Kindergarten has been carried out quite well, from planning, implementation, to assessment. However, in its implementation, there are various challenges, namely the qualifications of teachers and inadequate facilities and infrastructure.
Keywords: Teacher Competence, Learning Implementation
MENINGKATKAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN BERMAIN PAPERCRAFT PADA KELOMPOK A TKN TUNAS HARAPAN KECAMATAN MORAMO
Dila Karlina1)*, Salwiah1), Afifah Nur Hidayah1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: dilakarlina2002@gmail.com
Abstrak
Kemampuan motorik halus merupakan suatu bidang pengembangan dasar untuk melatih kemampuan motorik anak dalam melatih jari-jemari tangan serta koordinasi mata anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan bermain papercraft pada kelompok A di TKN Tunas Harapan Kecamatan Moramo. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak kelompok A TKN Tunas Harapan. Berdasarkan analisis data menunjukkan (1) aktivitas mengajar guru dari 76,92% meningkat menjadi 92,31%, (2) aktivitas belajar anak dari 76,92% meningkat menjadi 92,31%, (3) hasil belajar anak dari 71,43% meningkat menjadi 92,86%. Dengan demikian terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui penerapan kegiatan bermain papercraft pada kelompok A Taman Kanak-kanak Negeri Tunas Harapan Kecamatan Moramo.
Kata kunci: Motorik Halus, Bermain Papercraft
IMPROVE FINE MOTOR SKILLS THROUGH PAPERCRAFT PLAYING ACTIVITIES IN GROUP A TKN TUNAS HARAPAN MORAMO DISTRICT
Abstract
Fine motor skills are a basic area of development for training children’s motor skills in training their fingers and eye coordination. The purpose of this study was to improve children’s fine motor skills through papercraft activities in group A at TKN Tunas Harapan, Moramo District. This study was a classroom action research conducted in two cycles. The data collection techniques used were observation and documentation. The data analysis technique used descriptive analysis. The subjects in this study were teachers and children in group A at TKN Tunas Harapan. Based on data analysis, it shows that (1) teacher teaching activities increased from 76.92% to 92.31%, (2) children’s learning activities increased from 76.92% to 92.31%, (3) children’s learning outcomes increased from 71.43% to 92.86%. Thus, there was an increase from cycle I to cycle II. It can be concluded that children’s fine motor skills can be improved through the application of papercraft activities in group A of the Tunas Harapan State Kindergarten in Moramo District.
Keywords: Fine Motor Skills, Playing Papercraft
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK MELALUI BERMAIN PERAN DI TK MATA INDAH DESA MATA KECAMATAN KAMBOWA KABUPATEN BUTON UTARA
Angriani1)*, Ahid Hidayat1), Afifah Nur Hidayah1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: angriani1201@gmail.com
Abstrak
Pentingnya optimalisasi aspek komunikasi pada masa usia dini menuntut penerapan metode pembelajaran yang mampu menstimulasi ekspresi verbal anak secara efektif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui metode bermain peran di TK Mata Indah Desa Mata, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, dengan menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian melibatkan 15 anak kelompok B yang terdiri atas 9 laki-laki dan 6 perempuan, dengan prosedur yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mengajar guru terlaksana secara optimal (100%), aktivitas belajar anak mencapai 85,71%, dan hasil belajar klasikal memperoleh persentase sebesar 86,60%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain peran terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini secara signifikan.
Kata kunci: kemampuan bahasa, bermain peran, anak usia dini, penelitian tindakan kelas
IMPROVING EARLY CHILDHOOD LANGUAGE SKILLS THROUGH ROLE PLAY AT MATA INDAH KINDERGARTEN, MATA VILLAGE, KAMBOWA DISTRICT, NORTH BUTON REGENCY
Abstract
The importance of optimizing communication aspects during early childhood necessitates the application of learning methods capable of effectively and enjoyably stimulating children’s verbal expression. This study aims to improve children’s language skills through the role-playing method at Mata Indah Kindergarten, Mata Village, Kambowa District, North Buton Regency, using Classroom Action Research (CAR). The research subjects involved 15 children in Group B, consisting of 9 boys and 6 girls, with procedures encompassing the stages of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed descriptively. The results showed that teacher instructional activities were carried out optimally (100%), children’s learning activities reached 85.71%, and classical learning outcomes achieved a percentage of 86.60%. Consequently, it can be concluded that role-playing activities are proven effective in significantly improving early childhood language skills.
Keywords: language ability, role play, early childhood, classroom action research
DESKRIPSI KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM BERMAIN GEOMETRI BERWARNA PADA ANAK PESISIR USIA 4-5 TAHUN DI KABUPATEN WAKATOBI
Sri Wahyunita1)*, Afifah Nur Hidayah1), Nurhayati1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: sriwahyunita42@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif dalam bermain geometri berwarna pada anak pesisir usia 4-5 tahun di Kabupaten Wakatobi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 4 orang anak pesisir berusia 4-5 tahun di Kabupaten Wakatobi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data bersifat deskriptif kualitatif menurut Miles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui permainan geometri berwarna kemampuan kognitif anak pesisir usia 4-5 tahun di Kabupaten Wakatobi adalah sebagai berikut, subjek 1 menunjukkan mulai berkembang dengan kemampuan mengenali warna dan bentuk geometri dengan bantuan. Subjek 2 menunjukkan berkembang sangat baik dengan kemampuan tepat dan cepat dalam mengenali dan mengelompokkan bentuk. Subjek 3 berkembang sesuai harapan, meski masih mengalami sedikit kesalahan dalam menyebut bentuk. Subjek 4 menunjukkan berkembang sangat baik dengan kemampuan yang setara dengan subjek 2.
Kata kunci: Bermain geometri berwarna, kemampuan kognitif
DESCRIPTION OF COGNITIVE ABILITIES IN PLAYING COLORED GEOMETRY IN COASTAL CHILDREN AGED 4-5 YEARS IN WAKATOBI DISTRICT
Abstract
This research aims to describe cognitive abilities in playing with colored geometry in coastal children aged 4-5 years in Wakatobi Regency. This type of research is qualitative descriptive research. The subjects of this research were 4 coastal children aged 4-5 years in Wakatobi Regency. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The data analysis technique is descriptive qualitative according to Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that through colored geometric games the cognitive abilities of coastal children aged 4-5 years in Wakatobi Regency are as follows, subject 1 shows that they are starting to develop with the ability to recognize colors and geometric shapes with help. Subject 2 shows very well developed ability to be precise and fast in recognizing and grouping shapes. Subject 3 developed as expected, although he still experienced a few errors in naming shapes. Subject 4 shows very good development with abilities equivalent to subject 2.
Keywords: Colored geometry play, cognitive ability
DESKRIPSI PERMAINAN TRADISIONAL KASEDE-SEDE PADA KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL DAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI
Wa Sindi1)*, Afifah Nur Hidayah1), Ahid Hidayat1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: sindilapandewa898@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan permainan tradisional kasede-sede serta manfaatnya terhadap perkembangan sosial emosional dan motorik kasar anak usia dini di Desa Windu Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas lima orang anak dan dua orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa permainan kasede-sede masih aktif dimainkan oleh anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya dan menjadi kegiatan yang menyenangkan serta edukatif yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak usia dini, khususnya pada aspek sosial emosional dan motorik kasar. Pada aspek sosial emosional anak mengikuti aturan, anak menunjukkan sikap sabar dalam menunggu giliran, anak menghargai keunggulan temannya, anak membantu temannya yang sedang kesulitan, anak menunjukkan sikap antusiasme dalam bermain, anak menunjukkan sikap empati terhadap temannya yang kalah. Sementara itu, dari aspek motorik kasar permainan kasede-sede menstimulasi kemampuan melempar geco, kemampuan menjaga keseimbangan, kemampuan melompat melewati kotak dan kemampuan bergerak lincah dan cepat saat berpindah kotak. Orang tua dan guru memiliki peran besar dalam menjaga eksistensi permainan tradisional agar tetap dikenal dan dimainkan oleh anak-anak di masa kini.
Kata kunci: permainan tradisional, kasede-sede, anak usia dini, sosial emosional, motorik kasar
DESCRIPTION OF THE TRADITIONAL GAME KASEDE-SEDE ON THE SOCIAL EMOTIONAL AND GROSS MOTOR SKILLS OF EARLY CHILDHOOD IN WINDU MAKMUR VILLAGE SAMPOLAWA DISTRICT SOUTH BUTON REGENCY
Abstract
This study aims to describe the implementation of the traditional game Kasede-sede and its benefits for the development of social-emotional and gross motor skills in early childhood in Windu Makmur Village, Sampolawa District, South Buton Regency. The study employed a qualitative approach with a descriptive research type. The subjects consisted of five early childhood children as the main participants and two parents as supporting informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes four stages: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing.The results show that the Kasede-sede traditional game is still actively played by children in their home environment and serves as an enjoyable and educational activity. This game has a positive impact on the social-emotional and gross motor development of early childhood. In terms of social-emotional aspects, children were able to follow rules, wait patiently for their turn, appreciate their peers’ strengths, help friends who experience difficulties, show enthusiasm during play, and demonstrate empathy toward those who lose. Meanwhile, in terms of gross motor skills, the Kasede-sede game stimulates the ability to throw a geco accurately, maintain balance while standing on one leg, jump over squares without losing balance, and move swiftly between boxes. Therefore, the role of parents and teachers is crucial in maintaining the existence of traditional games so that they remain known and played by children today.
Keywords: traditional games, Kasede-sede, social-emotional development, gross motor skills, early childhood
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA ANAK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING
Asbiati1)*, Afifah Nur Hidayah1), Muamal Gadafi1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: astiati139@gmail.com
Abstrak
Kemampuan bekerja sama merupakan aspek perkembangan sosial-emosional yang krusial bagi anak usia dini, namun sering kali belum terstimulasi secara optimal dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja sama anak melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di TK Idhata Kendari tahun ajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan 10 anak didik kelas B II (3 laki-laki dan 7 perempuan) dengan rentang usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, aktivitas mengajar guru mencapai 78,57% dan aktivitas belajar anak sebesar 66,67%. Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan di mana aktivitas guru mencapai 92,86% dan aktivitas belajar anak mencapai 91,67%. Kemampuan kerja sama anak yang awalnya hanya 40% pada observasi awal, meningkat menjadi 70% pada siklus I, dan mencapai 90% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan kerja sama anak di TK Idhata Kendari.
Kata kunci: kemampuan kerja sama, Project Based Learning, anak usia dini
IMPROVING CHILDREN’S COOPERATION SKILLS THROUGH PROJECT-BASED LEARNING MODELS
Abstract
The ability to work together is a crucial aspect of social-emotional development for early childhood, but it is often not optimally stimulated in the learning process. This study aims to improve children’s ability to work together through the Project Based Learning (PjBL) model at Idhata Kendari Kindergarten in the 2024/2025 academic year. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, with stages including planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of teachers and 10 students in class B II (3 boys and 7 girls) aged 5-6 years. The results showed that in cycle I, teacher teaching activities reached 78.57% and student learning activities reached 66.67%. In cycle II, there was a significant increase, with teacher activities reaching 92.86% and student learning activities reaching 91.67%. The children’s cooperation skills, which were initially only 40% in the initial observation, increased to 70% in cycle I and reached 90% in cycle II. Based on these results, it can be concluded that the application of the Project-Based Learning model is effective in improving children’s cooperation skills at Idhata Kendari Kindergarten.
Keywords: cooperation skills, Project-Based Learning, early childhood
EKSPERIMEN WARNA SEBAGAI MEDIA PENGENALAN KONSEP SAINS PADA ANAK USIA DINI
Waode Anaway1)*, Nur Aeni Muhlisa Dhafet1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail:
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana eksperimen warna dapat digunakan untuk mengenalkan konsep dasar sains pada anak usia 5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung terhadap aktivitas eksperimen sederhana, seperti pencampuran warna, reaksi soda kue dan cuka, serta pemisahan kunyit dengan minyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator ketercapaian anak terpenuhi: anak mampu menyebutkan alat dan bahan, mengamati perubahan, membuat prediksi, menjelaskan hasil pengamatan, mengaitkan fenomena dengan kehidupan sehari-hari, serta menjaga kebersihan dan bekerja sama. Temuan ini menegaskan bahwa eksperimen warna efektif sebagai strategi pembelajaran sains di pendidikan anak usia dini, sekaligus mendukung perkembangan kognitif, bahasa, sosial, motorik, dan kreativitas anak.
Kata kunci: Eksperimen sederhana, pembelajaran sains, warna
COLOR EXPERIMENTS AS A MEDIUM FOR INTRODUCING SCIENCE CONCEPTS TO EARLY CHILDHOOD CHILDREN
Abstract
This study aims to describe how color experiments can be used to introduce basic science concepts to 5-year-old children. The research employed a descriptive qualitative method through direct observation of simple experimental activities, such as mixing colors, the reaction of baking soda and vinegar, and the separation of turmeric and oil. The results showed that all achievement indicators were met: children were able to name tools and materials, observe changes, make predictions, explain observations, relate phenomena to everyday life, maintain cleanliness, and cooperate with peers. These findings confirm that color experiments are effective as a science learning strategy in early childhood education, supporting the development of cognitive, language, social, motor, and creativity skills in a fun and concrete way.
Keywords: color, science learning, simple experiments
PERKEMBANGAN MATEMATIKA ANAK USIA 4 TAHUN DALAM KONTEKS PENJUMLAHAN ANGKA
Iis Silfana1)*, Damsir D1) , Yusuf Maronta2)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
2Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Khairun
*Korespondensi Penulis. E-mail: iissilfana@gmail.com
Abstrak
Kemampuan numerasi, khususnya penguasaan operasi hitung sederhana seperti penjumlahan, merupakan fondasi krusial bagi proses berpikir logis dan pemecahan masalah yang mendasari berbagai aktivitas manusia sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam mengenai perkembangan matematika anak usia dini, dengan fokus khusus pada kemampuan penjumlahan angka pada anak usia 4 tahun. Masalah utama dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah kemampuan penjumlahan anak telah berkembang sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan atau belum. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan di Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan matematika subjek dalam konteks penjumlahan belum berkembang secara optimal karena anak belum memahami konsep dasar penjumlahan dan masih mengalami kesulitan dalam menyebutkan hasil perhitungan. Kondisi ini dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi yang diberikan serta metode pembelajaran yang cenderung bersifat abstrak tanpa melibatkan benda nyata. Sebagai upaya pemecahan masalah, penelitian ini menyarankan agar guru dan orang tua memberikan stimulasi melalui aktivitas sehari-hari dengan memanfaatkan media konkret seperti mainan atau benda di lingkungan sekitar untuk membangun pemahaman matematis yang lebih bermakna.
Kata kunci: perkembangan, penjumlahan angka, matematika, anak usia dini
THE DEVELOPMENT OF MATHEMATICS IN 4-YEAR-OLD CHILDREN IN THE CONTEXT OF NUMBER ADDITION
Abstract
Numeracy, particularly the mastery of simple mathematical operations such as addition, is a crucial foundation for logical thinking and problem solving, which underpin various human activities from an early age. This study aims to describe and analyse in depth the development of mathematics in young children, with a specific focus on the ability to add numbers in children aged 4. The main issue in this study is to identify whether children’s addition skills have developed in line with the developmental achievement standards or not. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation in Kendari. The results of the study show that the subjects’ mathematical development in the context of addition has not developed optimally because the children have not yet grasped the basic concept of addition and are still having difficulty stating the results of calculations. This is influenced by a lack of stimulation provided, as well as a tendency for teaching methods to be abstract without involving real objects. To address this issue, the study recommends that teachers and parents provide stimulation through daily activities by utilising concrete media such as toys or objects in the surrounding environment to foster a more meaningful mathematical understanding.
Keywords: development, addition, mathematics, early childhood
EKSPRESI SPONTAN DAN KETERTARIKAN TINGGI TERHADAP MUSIK PADA ANAK USIA 2 TAHUN: STUDI EVALUASI PERKEMBANGAN SENI MUSIK
Sitti Rahmaniar Abubakar1), Andi Rhany Ramadhani R.1)*
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: andirhany408@gmail.com
Abstrak
Seni musik merupakan aspek krusial dalam pembelajaran anak usia dini yang berfungsi sebagai media stimulasi ekspresi diri, minat, dan keterlibatan emosional pada fase perkembangan awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ekspresi spontan dan tingkat ketertarikan anak usia dua tahun terhadap kegiatan seni musik sebagai sarana stimulasi ekspresi diri dan keterlibatan emosional. Menggunakan metode evaluatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengobservasi subjek anak usia dua tahun melalui indikator perhatian, respons emosional, keterlibatan gerak, dan bentuk ekspresi saat merespons stimulus musikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak memiliki tingkat ketertarikan yang tinggi terhadap musik, yang teramati melalui perhatian yang stabil, sikap antusias, serta munculnya ekspresi spontan seperti tersenyum, bersenandung, dan gerak ritmis. Meskipun demikian, kemampuan anak dalam menyesuaikan tempo dan menirukan pola irama sederhana ditemukan belum berkembang secara konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa seni musik merupakan media stimulasi yang efektif bagi anak usia dini, namun pelaksanaannya memerlukan rancangan kegiatan yang terencana dan berkelanjutan agar selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dua tahun.
Kata kunci: seni musik; anak usia dini; ekspresi spontan; ketertarikan belajar; evaluasi perkembangan
SPONTANEOUS EXPRESSION AND HIGH INTEREST IN MUSIC IN TWO-YEAR-OLD CHILDREN: AN EVALUATION STUDY OF MUSICAL ART DEVELOPMENT
Abstract
Musical arts serve as a crucial aspect of early childhood education, functioning as a medium to stimulate self-expression, interest, and emotional engagement during the early developmental phases. This study aims to evaluate the spontaneous expressions and interest levels of two-year-old children toward musical activities. Utilizing an evaluative method with a descriptive qualitative approach, this research observed two-year-old subjects through indicators of attention, emotional response, movement involvement, and forms of expression when responding to musical stimuli. The results indicate that children exhibit a high level of interest in music, characterized by stable attention, enthusiastic attitudes, and the emergence of spontaneous expressions such as smiling, humming, and rhythmic movement. However, the children’s ability to adjust to tempo and imitate simple rhythmic patterns has not yet developed consistently. These findings confirm that musical arts are an effective stimulation medium for early childhood, though implementation requires planned and sustainable activity designs that align with the developmental characteristics of two-year-olds.
Keywords: musical arts; early childhood; spontaneous expression; learning interest; developmental evaluation
PERKEMBANGAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 6 TAHUN DALAM KELUARGA SEDERHANA PEDAGANG KELILING
Hadija1)*, Wa Ode Syamzahrah Astarin1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: hadijaija593@gmail.com
Abstrak
Bahasa merupakan instrumen fundamental dalam perkembangan kognitif dan sosial anak usia dini, yang berfungsi bukan sekadar sebagai alat komunikasi verbal, melainkan juga sebagai sarana untuk mengonstruksi gagasan, mengekspresikan perasaan, serta membangun interaksi bermakna dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berbicara anak usia enam tahun dalam mengungkapkan gagasan, perasaan, dan ide, serta meninjau kejelasan artikulasi dan kelancaran interaksi sosialnya. Menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, subjek penelitian ini adalah seorang anak laki-laki berinisial AR. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan capaian subjek terhadap standar perkembangan bahasa anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan bahasa AR telah optimal pada aspek artikulasi, pembedaan bunyi huruf, dan respons terhadap pertanyaan sederhana dengan kosakata relevan. Namun, ditemukan keterbatasan pada kemampuan naratif, di mana subjek belum mampu bercerita secara runtut dan mengalami kendala intonasi saat berinteraksi dengan teman sebaya. Disimpulkan bahwa meskipun kemampuan linguistik dasar subjek terpenuhi, aspek komunikasi pragmatik dan storytelling memerlukan stimulasi lebih lanjut untuk mencapai kematangan berkomunikasi yang menyeluruh sesuai standar usianya.
Kata kunci: Kemampuan Berbicara, Anak Usia Dini, Studi Kasus, Perkembangan Bahasa
DEVELOPMENT OF SPEAKING SKILLS OF 6 YEAR OLD CHILDREN IN A TRAVELING TRADER FAMILY
Abstract
Language is a fundamental instrument in the cognitive and social development of early childhood, serving not only as a tool for verbal communication, but also as a means to construct ideas, express feelings, and build meaningful interactions with the surrounding environment. This study aims to analyze the speaking ability of six-year-old children in expressing ideas, feelings, and thoughts, as well as to review the clarity of their articulation and the fluency of their social interactions. Using a qualitative case study approach, the subject of this study was a boy with the initials AR. Data were collected through participatory observation and documentation, then analyzed descriptively by comparing the subject’s achievements with early childhood language development standards. The results showed that AR’s language development was optimal in terms of articulation, sound differentiation, and responses to simple questions with relevant vocabulary. However, limitations were found in his narrative ability, where the subject was not yet able to tell stories coherently and experienced intonation difficulties when interacting with peers. It was concluded that although the subject’s basic linguistic abilities were fulfilled, the aspects of pragmatic communication and storytelling required further stimulation to achieve comprehensive communication maturity in accordance with his age standards.
Keywords: Speaking Ability, Early Childhood, Case Study, Language Development
ANALISIS PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK USIA 5 TAHUN: STUDI KASUS DI KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI
Fira Rahayu1)*, Nur Hasanah1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: firarahayu8928@gmail.com
Abstrak
Perkembangan emosional pada usia dini merupakan fondasi krusial bagi pembentukan karakter dan kemampuan adaptasi sosial anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan emosional seorang anak laki-laki berusia lima tahun di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi berdasarkan indikator Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan emosional subjek telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tahapan usianya, di mana anak mampu mengenali serta mengekspresikan emosi dasar, memiliki rasa percaya diri, dan berperilaku secara situasional. Meski demikian, subjek masih memerlukan pengembangan dalam kemampuan menenangkan diri secara mandiri serta keteguhan dalam menghadapi tantangan. Sebagai simpulan, perkembangan emosional anak berada pada taraf wajar, namun tetap memerlukan stimulasi dan pendampingan yang berkelanjutan dari keluarga maupun lingkungan bermain untuk mengoptimalkan kematangan emosionalnya di masa mendatang.
Kata kunci: Perkembangan Emosional, Anak Usia 5 tahun, Studi Kasus, PAUD
ANALYSIS OF EMOTIONAL DEVELOPMENT IN 5-YEAR-OLD CHILDREN: A CASE STUDY IN BARUGA DISTRICT, KENDARI CITY
Abstract
Emotional development in early childhood is a crucial foundation for the formation of character and social adaptation skills in children in the future. This study aims to evaluate the emotional development of a five-year-old boy in Baruga District, Kendari City, using a descriptive qualitative approach. Data collection was conducted through documentation, interviews, and observation based on the Child Development Achievement Level Standards (STPPA) indicators. The results of the study show that the subject’s emotional development has progressed well and is appropriate for his age, in that the child is able to recognize and express basic emotions, has self-confidence, and behaves appropriately in different situations. However, the subject still needs to develop the ability to calm himself independently and perseverance in facing challenges. In conclusion, the child’s emotional development is at a normal level, but he still needs continuous stimulation and guidance from his family and play environment to optimize his emotional maturity in the future.
Keywords: Emotional Development, 5-Year-Old Children, Case Study, Early Childhood Education
PERKEMBANGAN SENI PERAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN: PERAN BIMBINGAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SENI PERAN ANAK USIA DINI
Wa Indra1)*, Inayatul Nisa1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: waindra805@gmail.com
Abstrak
Pentingnya stimulasi dini terhadap aspek seni dan kreativitas anak melalui peran aktif keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran bimbingan orang tua dalam mengembangkan kemampuan seni peran pada anak usia dini usia 4-5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada seorang anak perempuan berinisial M (4 tahun). Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif dan dokumentasi perkembangan anak selama proses bimbingan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan orang tua yang dilakukan melalui pendampingan bermain peran, pemberian model dialog dan gerakan sederhana, instruksi lisan, serta pemberian penguatan positif (positive reinforcement) efektif dalam meningkatkan antusiasme, keberanian, dan kepercayaan diri anak. Meskipun demikian, ditemukan beberapa indikator kemampuan seni peran yang belum berkembang secara optimal dan memerlukan stimulasi berkelanjutan. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa bimbingan orang tua memegang peranan krusial sebagai fasilitator utama dalam mengoptimalkan potensi seni peran anak di lingkungan domestik.
Kata kunci: Bimbingan orang tua, seni peran, anak usia dini, usia 4–5 tahun
THE DEVELOPMENT OF ARTISTIC EXPRESSION IN CHILDREN AGED 4-5 YEARS: THE ROLE OF PARENTAL GUIDANCE IN DEVELOPING ARTISTIC EXPRESSION IN YOUNG CHILDREN
Abstract
The importance of early stimulation of children’s artistic and creative aspects through the active role of the family. The purpose of this study was to analyze the role of parental guidance in developing acting skills in early childhood aged 4-5 years. The research method used was a descriptive qualitative approach with a case study of a girl with the initials M (4 years old). Data were collected through participatory observation and documentation of the child’s development during the guidance process. The results showed that parental guidance through role-playing, providing simple dialogue and movement models, verbal instructions, and positive reinforcement was effective in increasing the child’s enthusiasm, courage, and confidence. However, several indicators of role-playing skills were found to be underdeveloped and in need of continuous stimulation. The conclusion of this study confirms that parental guidance plays a crucial role as the main facilitator in optimizing children’s role-playing potential in the domestic environment.
Keywords: parental guidance, acting, early childhood, ages 4–5 years
PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN: ANALISIS PENCAPAIAN DAN HAMBATAN PADA ANAK AKTIF
Selvita Angelina1)*, Dinar Salasatun Ashar1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: angelinaselvita@gmail.com
Abstrak
Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) yang sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana stimulasi yang tepat akan berdampak signifikan pada fase kehidupan selanjutnya. Salah satu aspek perkembangan yang memerlukan perhatian khusus adalah motorik kasar, terutama kemampuan gerak lokomotor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan motorik kasar anak usia 3–4 tahun, dengan fokus pada kemampuan berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada seorang anak perempuan berinisial V (3 tahun 9 bulan). Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas bermain anak dalam kondisi alami dan dianalisis secara deskriptif untuk memetakan capaian perkembangan serta kebutuhan stimulasi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perkembangan motorik kasar subjek telah sesuai dengan tahapan usianya. Anak menunjukkan kemampuan berjalan dan berlari yang baik, serta memiliki keberanian dan keaktifan gerak yang tinggi. Namun, pada aspek melompat dan meloncat, masih ditemukan keterbatasan dalam keseimbangan dan koordinasi tubuh saat mendarat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun perkembangan motorik kasar anak berada pada jalur yang tepat, stimulasi lanjutan yang konsisten tetap diperlukan untuk mengoptimalkan koordinasi dan keseimbangan tubuh anak.
Kata kunci: Anak Usia Dini; Motorik Kasar; Gerak Lokomotor
GROSS MOTOR DEVELOPMENT IN CHILDREN AGED 3-4 YEARS: ANALYSIS OF ACHIEVEMENTS AND OBSTACLES IN ACTIVE CHILDREN
Abstract
Early childhood is a crucial golden age for children’s growth and development, during which appropriate stimulation will have a significant impact on later stages of life. One aspect of development that requires special attention is gross motor skills, especially locomotor movement abilities. This study aims to describe the gross motor development of children aged 3–4 years, focusing on walking, running, jumping, and hopping abilities. The research method used was descriptive qualitative with a case study of a girl with the initials V (3 years and 9 months). Data were collected through direct observation of the child’s play activities in natural conditions and analyzed descriptively to map the child’s developmental achievements and stimulation needs. The results showed that, in general, the subject’s gross motor development was appropriate for her age. The child demonstrated good walking and running abilities, as well as high courage and motor activity. However, in terms of jumping and leaping, limitations were still found in balance and body coordination when landing. The conclusion of this study confirms that even though the child’s gross motor development is on track, consistent further stimulation is still needed to optimize the child’s coordination and balance.
Keywords: Early Childhood, Gross Motor Skills, Locomotor Movement
PERKEMBANGAN ASPEK EMOSIONAL PADA ANAK USIA 3 TAHUN: STUDI
KASUS ANANDA AR DI KEC. BARUGA
Nur Annisya1)*, Septiani1)
1Jurusan PG-PAUD, Universitas Halu Oleo. Jln. H.E.A Mokodompit, Kendari 93232, Indonesia Indonesia
*Korespondensi Penulis. E-mail: nurkendari110503@gmail.com
Abstrak
Dengan studi kasus Ananda AR, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan aspek emosional anak usia 3 tahun. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, yang melibatkan pengamatan langsung, wawancara, dan observasi lingkungan rumah dan aktivitas bermain anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ananda AR memiliki kemampuan emosional, seperti mampu bereaksi terhadap situasi yang tidak menyenangkan, mengenali dan mengidentifikasi emosinya melalui ekspresi wajah dan gerakan tubuh, dan menunjukkan rasa percaya diri dan semangat saat berpartisipasi dalam berbagai aktivitas. Menenangkan diri sendiri, berbicara tentang perasaan Anda, dan mengikuti aturan sosial adalah beberapa indikator yang perlu didukung. Secara keseluruhan, perkembangan emosional Ananda AR menunjukkan proses yang berlangsung, dan dia membutuhkan dukungan dan bimbingan dari orang tua dan orang-orang di sekitarnya agar dia dapat mengembangkan potensi emosionalnya secara optimal. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keluarga dan lingkungan sangat penting untuk mendukung aspek emosional anak usia dini agar mereka tumbuh seimbang dan sehat.
Kata kunci: Perkembangan Emosional; Anak Usia Dini; Kemandirian; Pengendalian Diri; Stimulasi Orang Tua
EMOTIONAL DEVELOPMENT IN A 3-YEAR-OLD CHILD: A CASE STUDY OF ANANDA AR IN BARUGA DISTRICT
Abstract
Through the case study of Ananda AR, this study aims to describe the emotional development of a 3-year-old child. A qualitative descriptive approach was used, involving direct observation, interviews, and observations of the child’s home environment and play activities. The results of the study indicate that Ananda AR possesses emotional abilities, such as being able to react to unpleasant situations, recognize and identify his emotions through facial expressions and body movements, and demonstrate confidence and enthusiasm when participating in various activities. Self-soothing, talking about your feelings, and following social rules are some indicators that need to be supported. Overall, Ananda AR’s emotional development shows an ongoing process, and he needs support and guidance from his parents and those around him so he can develop his emotional potential optimally. The results of this study confirm that family and the environment are very important in supporting the emotional aspects of early childhood so that they grow in a balanced and healthy manner.
Keywords: Emotional Development; Early Childhood; Independence; Self-Regulation; Parental Stimulation
MANAJEMEN STRATEGIS KEPALA TK DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI (STUDI KASUS DI TK KUNCUP PERTIWI KENDARI)
Emmylia Gimnastiadi Rizky1)*, Izlan Sentryo1), Sitti Rahmaniar Abubakar2), La Ili1) Fredy3)
1Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara
2Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara
3Pendidikan Guru Pendidikan Sekolah Dasar, Universitas Musamus, Merauke, Papua Selatan
*Korespondensi Penulis. E-mail: lia384147@email.ac.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen strategis kepala TK dalam meningkatkan mutu pembelajaran anak usia dini di TK Kuncup Pertiwi Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terstruktur dengan guru Kelompok A dan Kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala TK telah menerapkan fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan secara terpadu dan efektif. Perencanaan dilakukan melalui rapat penyusunan program semester yang melibatkan guru dalam komunitas belajar, pengorganisasian melalui pembagian tugas berbasis keahlian dan senioritas dengan sistem koordinasi multi saluran. Penggerakan melalui kepemimpinan yang cenderung demokratis dan transformasional disertai pemberian motivasi, apresiasi, serta fasilitasi pengembangan profesional guru, serta pengawasan melalui supervisi kelas berkala, penilaian kinerja guru, dan evaluasi program semester. Meski terdapat keterbatasan pada aspek konsistensi dukungan kepada guru baru, pemerataan program keterlibatan orang tua, dan penetapan indikator keberhasilan program yang terukur, secara keseluruhan manajemen Kepala TK berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran anak usia dini.
Kata kunci: manajemen strategis, kepala TK, mutu pembelajaran, anak usia dini
STRATEGIC MANAGEMENT OF KINDERGARTEN PRINCIPALS IN IMPROVING THE QUALITY OF EARLY CHILDHOOD LEARNING (A CASE STUDY AT TK KUNCUP PERTIWI KENDARI)
Abstract
This study aims to describe the strategic management of kindergarten principals in improving the quality of early childhood learning at TK Kuncup Pertiwi Kendari. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth structured interviews with Group A and Group B teachers. The results show that the principal has implemented integrated management functions covering planning, organizing, actuating, and controlling effectively. Planning was conducted through joint curriculum meetings involving teachers in a learning community; organizing through expertise- and seniority-based task division with multi-channel coordination systems; actuating through democratic and transformational leadership, motivation, appreciation, and facilitation of teacher professional development; and controlling through periodic classroom supervision, teacher performance appraisal, and semester-end program evaluation. Despite some limitations in consistent support for new teachers, equitable parental involvement programs, and measurable program success indicators, the principal’s management overall contributed positively to improving the quality of early childhood learning.
Keywords: strategic management, kindergarten principal, learning quality, early childhood
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
Nanang Sahriana1)*, Sitti Rahmaniar Abubakar2), Pratiwi Nur Aisyah3)
1Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Tangerang Raya
2Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Halu Oleo
3Program Studi Sistem Informasi, Universitas Karya Persada Muna
*Korespondensi Penulis. E-mail: nanang.sahriana@gmail.com
Abstrak
Perkembangan artificial intelligence (AI) yang pesat membuka peluang baru dalam mendukung tugas guru pendidikan anak usia dini (PAUD), termasuk dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan AI dalam perencanaan pembelajaran anak usia dini melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Metode yang digunakan mengikuti panduan PRISMA dengan menelusuri artikel pada basis data Google Scholar, Scopus, ERIC, dan ScienceDirect terbitan tahun 2020-2026, sehingga diperoleh 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan guru PAUD untuk empat fokus utama, yaitu penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPPH) secara otomatis, personalisasi materi sesuai tahap perkembangan anak, penyediaan media dan asesmen interaktif, serta efisiensi waktu perencanaan. Meski demikian, pemanfaatan AI masih dihadapkan pada tantangan literasi digital guru, keterbatasan infrastruktur, dan isu etika data anak. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan AI bagi guru PAUD serta perumusan pedoman etis penggunaan AI dalam perencanaan pembelajaran anak usia dini.
Kata kunci: artificial intelligence, perencanaan pembelajaran, anak usia dini, systematic literature review
THE USE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN EARLY CHILDHOOD LEARNING PLANNING: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
Abstract
The rapid development of artificial intelligence (AI) has opened new opportunities to support early childhood education (ECE) teachers, including in preparing learning plans. This study aims to analyze the use of AI in early childhood learning planning through a systematic literature review (SLR) approach. The method follows the PRISMA guidelines by searching Google Scholar, Scopus, ERIC, and ScienceDirect databases for articles published between 2020 and 2026, resulting in 11 articles that met the inclusion criteria. The findings show that AI is used by ECE teachers for four main purposes, namely automatic generation of daily lesson plans, personalization of materials according to children’s developmental stages, provision of interactive media and assessment, and time efficiency in planning. However, AI adoption still faces challenges related to teachers’ digital literacy, infrastructure limitations, and children’s data ethics issues. This study recommends strengthening AI training for ECE teachers and formulating ethical guidelines for AI use in early childhood learning planning.
Keywords: artificial intelligence, learning planning, early childhood, systematic literature review
PERAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI
Retno Hardiyanti Wulandari1), Siska La Adi1), Yusuf Maronta1)*, Sitti Rahmaniar Abubakar2)
1Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Khairun
2Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Halu Oleo
*Korespondensi Penulis. E-mail: yusufmaronta@unkhair.ac.id
Abstrak
Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), memberikan peluang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini (PAUD). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran AI dalam pembelajaran anak usia dini melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui kajian artikel ilmiah dari database Google Scholar dan Publish or Perish (PoP) menggunakan kata kunci terkait AI, teknologi pendidikan, dan pembelajaran PAUD. Berdasarkan proses seleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 24 artikel ilmiah yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berperan sebagai sumber belajar, media pembelajaran interaktif, alat bantu guru dalam perencanaan pembelajaran, instrumen evaluasi, serta pendukung pengelolaan pendidikan berbasis data. Namun, penerapan AI perlu dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak dan tetap menempatkan guru sebagai fasilitator utama.
Kata kunci: Artificial Intelligence, Media Pembelajaran Interaktif, PAUD, Teknologi Pendidikan
THE ROLE OF TECHNOLOGY ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION
Abstract
The development of digital technology, particularly Artificial Intelligence (AI), offers opportunities to improve the quality of early childhood education (PAUD). This study aims to examine the role of AI in early childhood education through the Systematic Literature Review (SLR) method. Data were obtained by reviewing scientific articles from the Google Scholar and Publish or Perish (PoP) databases using keywords related to AI, educational technology, and early childhood education. Based on a selection process following inclusion and exclusion criteria, 24 scientific articles were identified and analyzed. The results of the study indicate that AI serves as a learning resource, an interactive learning medium, a tool to assist teachers in lesson planning, an assessment instrument, and a support for data-driven educational management. However, the application of AI must be carried out wisely, taking into account children’s developmental characteristics and continuing to position teachers as the primary facilitators.
Keywords: Artificial Intelligence (AI), Early Childhood Education (PAUD), Interactive Learning Media, Educational Technology
